CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Thursday, 6 October 2011

Baginda Rasulullah sangat romantis bila bercinta dengan isteri-isterinya. Disebutkan dalam satu kisah:


Pada suatu hari isteri-isteri Rasullullah berkumpul di hadapan beliau. Mereka berbincang-bincang santai, sampai akhirnya diantara isteri-isterinya itu bertanya pada Rasulullah saw “siapakah diantara isteri-isteri baginda yang paling baginda cintai?”. Rasulullah SAW hanya tersenyum lalu berkata, “baiklah, akan kuberitahu nanti.” Setelah pertemuan itu, Rasulullah telah memberikan cincin kepada isterinya, satu persatu. Baginda berpesan supaya tidak memberitahu kepadaisteri-isterinya yang lain.
Pada hari yang lain mereka berkumpul lagi, dan ternyata mereka mempertanyakan hal yang sama: “baginda, siapakah diantara isteri-isteri baginda yang paling baginda sayangi?”.

Cincin lambang kasih sayang

Rasulullah tersenyum, lantas menjawab “Orang yang paling aku sayangi ialah yang kuberikan cincin”. Isteri-isteri baginda tersenyum puas karena menyangka hanya dirinya saja yang dihadiahi cincin dan hanya dirinya yang tidak diasingkan.


***

Banyak upaya dan trik-trik yang dapat dilakukan untuk memperoleh suasana romantik dalam kehidupan rumah tangga. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila pasangan suami isteri berpegangan tangan, maka dosa-dosa akan keluar melalui celah-celah jari mereka”.

Gengam erat jari-jemariku

Rasulullah SAW selalu berpegangan tangan dengan Aisyah, sekalipun ketika di dalam rumah. Bahkan acapkali beliau memotong kuku isterinya, (maaf) mandi junub bersama, dan mengajak salah seorang dari isteri baginda pergi pelesir untuk menambah kasih sayang. Sebelum piknik, Rasulullah melakukan ‘tabadul hadaya’ (tukar hadiah) bersama isteri-isterinya. Inilah serba sedikit kisah romantis Rasulullah SAW agar dapat kita tauladani dan praktikkan dalam kehidupan rumahtangga kita. Pada suami-suami yang arif, peganglah tangan isteri anda setiap waktu, setiap masa, dan setiap saat. Begitu juga pada isteri -isteri solehah peganglah tangan suami Anda, agar terhapus segala dosa.

Sahabatku sekalian, taukah kalian erti cinta sejati ? Apakah sahabat pernah mendengar atau mengetahui kisah cinta Qais dan Laila atau kisah cinta Romeo dan Juliet ataukah Laila dan Majnun ?

Apakah kisah cinta seperti itu yang dikatakan sebagai kisah cinta sejati ? Seperti yang sahabat ketahui bahwa kisah cinta mereka tidaklah berakhir di pelaminan bahkan rela mati demi cintanya.

Lalu, cinta seperti apakah yang dikatakan sebagai cinta sejati. Cinta sejati antara dua insan adalah cinta yang terus abadi dalam setelah pernikahan yang berlandaskan atas kecintaan mereka kepada Sang Pemilik Cinta yaitu Allah ‘Azza Wa Jalla. Walaupun salah satu meninggal, namun cinta sejati ini terus saja abadi. Kisah cinta siapakah yang begitu indah ini ?

Cinta Rasulullah kepada Khadijah

Kisah cinta yang paling indah ini siapa lagi yang memilikinya kalau bukan kisah cinta Junjungan kita, Muhammad Saw kepada Khadijah ra.

Sungguh sebuah cinta yang mengaggumkan, cinta yang tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah ? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar.”

Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, “Masih adakah orang lain setelah Khadijah?”

Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.

Pada masa penaklukan kota Makkah, orang-orang berkumpul di sekeliling Beliau, sementara orang-orang Quraisy mendatangi Beliau dengan harapan Beliau mau memaafkan mereka, tiba-tiba Beliau melihat seorang wanita tua yang datang dari jauh. Beliau langsung meninggalkan kerumunan orang ini. Berdiri dan bercakap-cakap dengan wanita itu. Beliau kemudian melepaskan jubah Beliau dan menghamparkannya ke tanah. Beliau duduk dengan wanita tua itu.

Cinta Teragung

Bonda Aisyah bertanya, “Siapa wanita yang diberi kesempatan, waktu, berbicara, dan mendapat perhatian penuh Nabi Saw ini?”

Nabi menjawab, “Wanita ini adalah teman Khadijah.”

“Kalian sedang membicarakan apa, ya Rasulullah?” tanya Aisyah

“Kami baru saja membicarakan hari-hari bersama Khadijah.”

Mendengar jawaban Beliau ini, Aisyah pun merasa cemburu. “Apakah engkau masih mengingat wanita tua ini (Khadijah), padahal ia telah tertimbun tanah dan Allah telah memberikan ganti untukmu yang lebih baik darinya?”

“Demi Allah, Allah tidak pernah menggantikan wanita yang lebih baik darinya. Ia mau menolongku di saat orang-orang mengusirku. Ia mau mempercayaiku di saat orang-orang mendustakanku.”

Aisyah merasa bahwa Rasulullah Saw marah. “Maafkan aku, ya Rasulullah.”

“Mintalah maaf kepada Khadijah, baru aku akan memaafkanmu.” (Hadits ini diriwayatkan Bukhari dari Ummul Mukminin Aisyah)

Sahabatku, apakah mungkin ada cinta seperti itu, yang dapat terus abadi setelah orang yang dicintai meninggal 14 tahun yang telah lewat ? Yupz, karena cinta ini tidak pernah didahului hubungan haram dan karena ketaatan kepada Allah menjadi dasar dalam rumah tangga ini. Rumah tangga yang selalu dihiasi dengan dzikir kepada Allah, bukan rumah yang digunakan untuk mengingat setan.

Bagaimana pendapat kalian, sahabat muda sekalian, apakah kalian tidak ingin menjadikan rumah tangga kalian seperti ini ?. Suami membaca Al-Qur’an bersama istrinya. Betapa agungnya ketika anak-anak mereka turut serta membaca Al-Qur’an.

Menjelang waktu Shubuh tiba, si istri membangunkan suaminya untuk melaksanakan shalat Shubuh. Suami melaksanakan shalat Qiyaam al-lail 2 rakaat bersama istrinya. Seperti apa rumah ini ? Indah nian bukan ? betapa manisnya, betapa indah cinta di dalam rumah tangga ini.

Cobalah, pasti kalian dapat menemukan segalanya berubah, cinta pun bertambah, dan Allah melimpahkan berkah-Nya kepada kalian.

Satu ketika kau bertanya..

…………………..

sudikah kau menjadi Makmum
disetiap solatku..
agar solatku lebih bermakna
dan terjaga hendaknya..

……………………

sudikah kau menjadi Penjaga

diri dan maruahku

agar hidupku lebih tenang dan bahagia

…………………….

sudikah kau menjadi Pendidik
hati dan jiwaku
agar rohaniku terisi hikmahNya
dan akhlakku terjaga hendaknya

……………………..

sudikah kau menjadi Pemerhati

setiap gerak dan langkahku

agar aku tahu mana salah dan buruk lakuku


Suami imam rumahtangga

……………………….

sudikah kau menjadi Peneman
di kala suka dan duka ku
agar satu hari, jika ujian itu dtg
air mataku ada yg menghapuskan..

……………………….

sudikah kau menjadi Pembela
diriku dan agamaku
agar aku terus berada di atas jln yg benar


………………………..

sudikah kau menjadi Penggerak
semangatku..
agar bila aku kelesuan
kau mampu memberi bantuan

walau hanya sekadar senyuman :)

………………………..

Sudikah kau menjadi Sahabat

buat diriku..mendengar luahan hatiku
agar aku boleh berbicara apa sahaja dengan mu
tanpa rasa ragu..

………………………….

Sudikah kau menjadi Penghibur
tika ku kesunyian
agar aku boleh ketawa riang

==================

Satu ketika aku menjawab…
“Ya, Aku sudi..
Kerana kau pilihanku kerana ILLAHI
dan Kau juga memilihku kerana petunjuk RABBI
Tetapi,
aku kembalikan soalan ini kepadamu..


Cinta perkahwinan

…………………………..

sudikah kau terus menjadi IMAM di setiap SOLATKU?
jika aku sudah tidak seperti dulu?

……………………………

Sudikah kau pula menjadi
Imam, Penjaga, Pendidik
Pemerhati, Peneman, Pembela
Penggerak, Sahabat dan Penghiburku

Jika suatu ketika nanti
aku sudah tidak mampu lagi menjadi
Makmum di setiap solatmu…

Jika aku sudah tidak mampu lagi
menjagamu,
menemanimu
memerhatikanmu,
mendidikmu
membelamu,
menggerakkanmu
menjadi sahabatmu dan
menghiburkanmu
Sudikah kamu wahai …………………?

Aku percaya..kau masih sudi..

“Kerana Aku pilihanmu kerana ILLAHI
dan Aku juga telah memilihmu kerana petunjuk RABBI..”
Keluarga bahagia impian bersama

Wednesday, 5 October 2011

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya,
"Mengapa engkau menangis?"
"Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata,
"Dan kau tak akan pernah mengerti" Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu membesar menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita suka menangis. Akhirnya ia mendapat petunjuk dari Tuhan, Antara bisikan yang didengarinya adalah:
01."Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
02."Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
03."Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "
04."Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "
05."Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "
06."Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu "
07."Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan walaupun kadangkala dia tidak memerlukannya."
Tahukah kamu? Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada.
Sebab apa jadi sebegini? Semenjak hari-hari yang saya lalui minggu ini, saya terbaca banyak perkara dan belajar pelbagai perkara mengenai wanita.
Dan hari-hari yang saya lalui di tempat saya menyambung belajar ini, saya melihat pelbagai ragam dan jenis wanita.
Dan dengan itu juga, saya ingin berkongsi dengan kalian akan tajuk mengenai, 'Wanita'.
Dalam realiti dunia yang penuh dengan kemajuan hari ini, kita dapat lihat bahawa wanita-wanita juga seiring dengan kebangkitan kemajuan pada hari ini.
Akan tetapi, kita dapat lihat juga segelintir dalam kalangan wanita-wanita yang menjadikan diri mereka ini sebagai fitnah yang besar, terutamanya kepada agama mereka sendiri.
Rasulullah SAW bersabda; "Berhati-hatilah kalian daripada godaan dunia, dan waspadailah terhadap wanita, sebab fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah fitnah wanita" - Hadis Riwayat Muslim
"Tidak aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi seorang lelaki daripada (fitnah) wanita." - Hadis Riwayat Bukhari
Apabila membicarakan tentang fitnah wanita, bukan bermakna wanita itu jahat dan sukakan keburukan.
Tetapi apa yang dimaksudkan ialah keadaan mereka itu mampu menjadikan lelaki lupa daratan dan apabila usaha pencegahan tidak dilakukan, akan berlakulah perkara-perkara yang tidak diingini.
Ini sudah pasti apabila lelaki yang berkenaan tidak berhati-hati. Bagaikan binatang ternak yang memakan rumput berdekatan dengan padang larangan, adalah mudah bagi binatang itu memasuki kawasan tersebut.
Dan pada hari ini juga, kita dapat lihat wanita-wanita Islam semakin ramai antara mereka yang terhakis akhlaknya seterusnya menghilangkan identiti Muslimah sebenar daripada diri mereka.
Dengan ini, saya ingin mengajak kita semua, tidak kira kaum lelaki dan kaum wanita untuk sama-sama menyelusuri kisah kehidupan seorang wanita yang kehidupannya banyak dijadikan sebagai tulang belakang pendokong seorang lelaki.
Siapakah wanita itu? Semestinya dialah Saidatina Khadijah RA. Isteri tercinta seorang lelaki, Nabi Muhammad SAW.
Mengapa saya ingin bawakan kepada wanita-wanita sekalian akan kisah wanita ini?
Kerana hakikatnya juga, wanita-wanita pada hari ini lebih menjadikan artis-artis sebagai idola dan pujaan hati dalam diri mereka untuk dicontohi.
"Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik dari dia, yang beriman kepadaku saat semua orang ingkar, yang percaya kepadaku ketika semua mendustakan, yang mengorbankan semua hartanya saat semua berusaha mempertahankannya dan darinyalah aku mendapatkan keturunan."
Begitulah Rasulullah saw berkata tentang keperibadian Khadijah, isterinya.
Seorang isteri sejati, muslimah yang dengan segenap kemampuan dirinya berkorban demi kejayaan Islam
Siti Khadijah berasal dari keturunan yang terhormat, mempunyai harta kekayaan yang tidak sedikit serta terkenal sebagai wanita yang tegas dan cerdas.
Bukan sekali dua kali pemuka kaum Quraisy cuba untuk mempersunting dirinya.
Tetapi pilihannya justeru, jatuh pada seorang pemuda yang bernama Muhammad, pemuda yang begitu mengenal harga dirinya, yang tidak tergiur oleh kekayaan dan kecantikan yang dimiliki oleh Saidatina Khadijah Khuwailid RA.
Saidatina Khadijah RA merupakan wanita pertama beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Beliau banyak membantu dan memperteguhkan tekad Rasulullah SAW melaksanakan risalah dakwah.
Beliau sentiasa berusaha meringankan kepedihan hati dan menghilangkan keletihan serta penderitaan yang dialami oleh suaminya dalam menjalankan tugas dakwah.
Inilah keistimewaan dan keutamaan Khadijah dalam sejarah perjuangan Islam.
Beliau adalah sumber kekuatan yang berada di belakang Rasulullah SAW. Adakah ramai wanita-wanita yang bergelar isteri di luar sana mencontohi sebagaimana peribadi Ummul Mukminin ini?
Sanggup bersusah-payah bersama suami meskipun seorang yang kaya-raya... Dan adakah wanita-wanita di luar sana, yang bakal bergelar isteri, sudah bersedia mencontohi peribadi Ummul Mukminin ini?
Apabila ditanya tentang Siti Khadijah RA akan perpisahan Rasulullah SAW atas pemergiannya, Rasulullah SAW menjawab, "Ya! Sesungguhnya Khadijah adalah pentadbir dan suri rumah yang terbaik."
Buat wanita-wanita yang membaca dan berkongsi pandangan bersama, Apakah ada wanita lain yang dapat menyambut sedemikian baik peristiwa bersejarah yang berlaku di Gua Hira seperti yang dilakukan oleh Khadijah kepada suaminya?
Apa yang dikatakan oleh Khadijah kepada suaminya pada saat menghadapi peristiwa besar itu menunjukkan betapa besarnya kepercayaan dan kasih sayang seorang isteri kepada suami yang dilandasi iman yang teguh.
Sedikit pun Khadijah tidak berasa ragu-ragu atau syak di dalam hatinya.
Persoalannya, dapatkah kita jika sebagai suami dan isteri berlaku demikian untuk diri dan tugas masing-masing?
Khadijah berusaha menabahkan hati suami yang ditaatinya dengan berkata, " Wahai kekanda, demi Allah, Tuhan tidak akan mengecewakanmu kerana sesungguhnya kekanda adalah orang yang selalu memupuk dan menjaga kekeluargaan serta sanggup memikul tanggungjawab.
Dirimu dikenali sebagai penolong kaum yang sengsara, sebagai tuan rumah yang menyenangkan tamu, ringan tangan dalam memberi pertolongan, sentiasa berbicara benar dan setia kepada amanah."
Sememangnya, wanita-wanita yang begitu tinggi darjatnya dalam Islam dalam lipatan sejarah suatu masa dahulu semakin dilupakan.

Kesetiaan yang mendorong kegigihan

Mari kita teliti, fahami serta hayati beberapa gambaran kesetiaan Khadijah yang telah membina kekuatan pada diri dan kehidupan penegak risalah Islam itu.
Sepanjang hidupnya bersama Rasulullah SAW, Khadijah begitu setia menyertai baginda dalam setiap peristiwa suka dan duka.
Setiap kali suaminya ke Gua Hira, beliau pasti menyiapkan semua bekalan dan keperluannya. Seandainya Rasulullah SAW agak lama tidak pulang, beliau akan meninjau untuk memastikan keselamatan baginda. Sekiranya baginda khusyuk bermunajat, beliau tinggal di rumah dengan sabar sehingga baginda pulang.
Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau cuba sedaya mungkin mententeram dan menghiburkannya sehingga suaminya benar-benar merasai ketenangan.
Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama.
Malah dalam banyak kegiatan peribadatan Rasulullah SAW, Khadijah pasti bersama dan membantu baginda seperti menyediakan air untuk mengambil wuduk.
Kecintaan Khadijah bukanlah sekadar kecintaan kepada suami, sebaliknya yang jelas adalah berlandaskan keyakinan yang kuat tentang keesaan Allah SWT.
Segala pengorbanan untuk suaminya adalah ikhlas untuk mencari keredaan Allah SWT.
Allah Maha Adil dalam memberi rahmat-Nya.
Setiap amalan yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan pasti mendapat ganjaran yang berkekalan.
Firman Allah yang bermaksud:
"Barang siapa yang mengerjakan amalan saleh, baik lelaki mahupun wanita dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan." - An-Nahl: 97
Janji Allah itu pasti benar. Kesan kesetiaan Khadijah bukan sekadar menghasilkan kekuatan yang mendorong kegigihan dan perjuangan Rasulullah SAW, malah membawa barakah yang besar kepada rumah tangga mereka berdua.
Anak-anak yang lahir juga adalah anak-anak yang soleh.
Keturunan zuriat ahlul-bait Rasulullah SAW merupakan insan yang sentiasa taat melaksanakan perintah Allah SWT.
Semua ini menghasilkan kekuatan yang membantu meningkatkan perjuangan Islam.
Wahai lelaki, wanita bagaimanakah yang kamu hajatkan sebagai pasangan hidup, tulang belakang (pendokong) hidupmu dan pembimbing anak-anakmu?
Wahai wanita, suami yang bagaimanakah peribadinya yang kamu inginkan sebagai ketua,pembimbing dirimu dan keluargamu?
Wahai ummah, wanita yang bagaimanakah kita lihat pada hari ini, yang bagaimana kita cari, dan yang bagaimanakah kita puja dan puji?
Moga-moga renungan ini sedikit sebanyak membuka mata buat kaum Hawa dan kaum Adam yang membacanya.
Agar sebagai persediaan buat hari-hari seterusnya.
[9/28/2011 11:07:32 PM] Shariah75: Sayang-ku…..

Bukan maksud amarah-ku menggelapkan mata hati-ku….

Bukan pula gejolak emosi-ku membutakan sisi iman-ku….

Cinta, sayang, rindu, dekap dan butuh…sungguh jauh mengalahkan  semua itu….

Imam teladan-ku,

Sedetik perasaan benci kalah dengan sejuta perasaan rindu dipuja-mu….

Sedetik perasaan galau kalah dengan sejuta perasaan haus belai-mu….

Sedetik perasaan kalut kalah dengan sejuta perasaan nyaman di sisi-mu….

Sedetik perasaan hampa kalah dengan sejuta perasaan butuh sayang-mu….

Duhai Ahli surga-ku,

Aku memang bukan KHADIJAH apalagi AISYAH….

Aku memang bukan wanita luar biasa….

Aku memang jauh dari kata SEMPURNA….

Tapi aku pantang menyerah….ijinkan aku menjadi wanita sholehah di jiwa….

Engkau Pelengkap jiwa raga-ku,

Maafkan aku yang terkadang nista akan kewajiban-ku…

Maafkan aku yang terkadang sombong akan kelebihan-ku…

Maafkan aku yang terkadang khilaf seolah2 bisa tanpa-mu…

Maafkan aku, cinta….maafkan aku…..sungguh aku sujudkan maaf, pada-mu sayang….

Benar kata-mu……

Kamu adalah nahkoda bagi-ku…

Kamu adalah penunjuk arah hidup-ku…

Kamu adalah pemimpin sholat-ku….

Kamu adalah titian (jembatan) taqwa-ku  menggapai  SURGA ILLAHI…..dan,

Aku adalah kain putih yang akan engkau sulam  dan bentuk dengan didik-mu….

Aku adalah emas berlian yang akan kau suci-kan karatnya….

Aku adalah tanggungjawab-mu sampai kelak mati-ku….

Aku adalah penentu jalan-mu ke ARSY….

Wahai Kekasih hati-ku,

Mari kita seberangi luasnya ” lautan kehidupan”  ke ujung samudera itu (surga) bersama-sama….

Mari kita jalani “tantangan hidup” yang semakin keras ini bersama-sama….

Mari kita selami makna “jatuh bangun” berumahtangga ini bersama-sama….

Mari kita hadapi “terpaan hidup ” yang ALLAH hadiah-kan buat kita berdua…


Kau adalah Aku…Aku adalah Kau…

Kita berdua yang telah diikat oleh janji suci dihadapan-Nya…

Aku mencintai-mu hanya karena ALLAH,  Luv…..
[9/29/2011 12:09:41 AM] Shariah75: Seperti mentari yang tak pernah lelah membagikan cahayanya
Demikianlah cintamu di hatiku yang selalu menghangatkan
Seolah tak ada sedikitpun ruang yang bisa dirasuki oleh dingin
Dan kehangatan cintamu telah membalut seluruh kebekuan hatiku
Dan aku meleleh dalam cintamu

Seperti burung yang selalu berkicau menyambut pagi
Demikian merdu suaramu membangunkan aku dari tidurku
Aku tak bisa bayangkan jika itu bukan engkau
Rasanya tak ingin lagi kumendengar apapun sekalipun lagu terindah
Bagiku suaramu jauh lebih merdu dari apapun
Karena itulah setiap pagi aku merindukanmu untuk selalu menyapaku

Seperti angin sepoi-sepoi membelai rambut indahmu
Seperti itulah kesejukan yang selalu aku rasakan saat bersamamu
Tak sedikitpun bisa kubayangkan jika aku jauh darimu
Rasanya rindu ini bisa membunuhku
Sungguh aku merindukanmu dan menginginkanmu selalu ada di sini

Seperti wangi bunga mawar di saat kelopaknya mulai bermekaran
Demikian juga wangimu yang selalu mengharumkan hatiku
Membuatku sungguh tak bisa berpaling darimu
Atau melupakanmu sedetik saja, aku tak sanggup
Karena semua yang ada padamu telah menyatu denganku
Kau telah menjadi separuh hidupku, separuh jiwaku
Dan karena itu aku tak mungkin bisa pisah darimu

Tak pernah dan tak ingin bahkan tak bisa terfikirkan
Jika
Aku tidak denganmu, atau kau tak di sisiku
Bisa
Hampa dan hancurnya aku karena kau memang sungguh berarti
Karena
Kau telah menjadi nafas hidupku, semangatku dan jiwaku jadi jangan pernah ada kata perpisahan...